Penyebab Toksoplasma: Kenali Faktor Risiko dan Cara Pencegahannya
Content Writer | Carepro.co.id
Daftar Isi
- Apa Itu Toksoplasma?
- Penyebab Utama Toksoplasma
- 1. 1. Makanan yang Terkontaminasi
- 2. 2. Kontak dengan Kotoran Kucing
- 3. 3. Transmisi dari Ibu ke Bayi
- 4. 4. Kontaminasi Air
- 5. 5. Transfusi Darah atau Transplantasi Organ
- Siapa yang Berisiko Terkena Toksoplasma?
- 1. 1. Ibu Hamil
- 2. 2. Orang dengan Sistem Kekebalan Tubuh Lemah
- 3. 3. Orang yang Sering Mengonsumsi Makanan Mentah
- Gejala Infeksi Toksoplasma
- Cara Mencegah Infeksi Toksoplasma
- 1. 1. Masak Daging dengan Matang
- 2. 2. Cuci Tangan dan Makanan dengan Bersih
- 3. 3. Hindari Kontak dengan Kotoran Kucing
- 4. 4. Gunakan Sarung Tangan Saat Berkebun
- Referensi
Toksoplasma merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit bernama Toxoplasma gondii. Meskipun banyak orang yang terinfeksi toksoplasma tidak merasakan gejala, infeksi ini bisa berbahaya, terutama bagi ibu hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami penyebab toksoplasma serta faktor risikonya agar dapat mencegah infeksi ini dengan lebih baik.
Apa Itu Toksoplasma?
Melansir Mayo Clinic, Toksoplasma adalah infeksi yang berasal dari parasit yang dapat menyebar melalui hewan, khususnya kucing. Parasit ini bisa masuk ke tubuh manusia melalui beberapa jalur, seperti makanan yang terkontaminasi atau kontak langsung dengan kotoran kucing yang mengandung parasit.
Meski infeksi toksoplasma sering kali tidak menunjukkan gejala yang signifikan pada orang sehat, risikonya lebih tinggi pada kelompok tertentu seperti ibu hamil, bayi, serta orang dengan gangguan sistem imun.
Baca juga: Tips Memilih Jasa Pasang NGT yang Tepat dan Profesional
Penyebab Utama Toksoplasma
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama seseorang terinfeksi toksoplasma. Berikut ini adalah beberapa cara parasit tersebut bisa masuk ke dalam tubuh manusia:
1. Makanan yang Terkontaminasi
Salah satu penyebab toksoplasma yang paling umum adalah konsumsi makanan yang terkontaminasi. Daging mentah atau setengah matang, terutama daging domba, babi, dan sapi, bisa mengandung kista toksoplasma. Parasit ini juga bisa ditemukan pada sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci dengan bersih.
2. Kontak dengan Kotoran Kucing
Kucing adalah inang utama dari parasit toksoplasma. Parasit ini dapat berkembang biak di dalam tubuh kucing dan dikeluarkan melalui kotoran mereka. Jika Anda membersihkan kotoran kucing tanpa memakai sarung tangan atau tidak mencuci tangan setelahnya, Anda berisiko tertular toksoplasma.
3. Transmisi dari Ibu ke Bayi
Ibu hamil yang terinfeksi toksoplasma bisa menularkan parasit ini ke janin melalui plasenta. Infeksi ini dapat menyebabkan masalah serius pada bayi, seperti kerusakan otak, gangguan penglihatan, atau bahkan keguguran.
4. Kontaminasi Air
Di beberapa kasus, air yang terkontaminasi juga bisa menjadi penyebab toksoplasma. Parasit ini bisa hidup dalam air yang tidak higienis dan masuk ke tubuh jika Anda meminum air tersebut atau menggunakannya untuk membersihkan makanan.
5. Transfusi Darah atau Transplantasi Organ
Meskipun jarang terjadi, toksoplasma juga bisa menyebar melalui transfusi darah atau transplantasi organ dari orang yang terinfeksi. Inilah mengapa skrining kesehatan sangat penting sebelum melakukan prosedur medis seperti ini.
Baca juga: Manfaat Fisioterapi untuk Pemulihan Pasien Stroke
Siapa yang Berisiko Terkena Toksoplasma?
Meskipun toksoplasma bisa menyerang siapa saja, CDC menjelaskan ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan terkena infeksi ini:
1. Ibu Hamil
Ibu hamil sangat rentan terhadap toksoplasma karena infeksi dapat ditularkan ke janin dan menyebabkan komplikasi yang serius. Oleh sebab itu, penting bagi ibu hamil untuk menghindari makanan mentah dan kontak langsung dengan kucing yang mungkin terinfeksi.
2. Orang dengan Sistem Kekebalan Tubuh Lemah
Orang dengan kondisi medis tertentu seperti HIV/AIDS, pasien yang menjalani kemoterapi, atau penerima transplantasi organ memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan lebih mudah terinfeksi toksoplasma.
3. Orang yang Sering Mengonsumsi Makanan Mentah
Pecinta makanan mentah seperti daging setengah matang atau sushi juga memiliki risiko lebih tinggi terkena toksoplasma, terutama jika makanannya tidak diolah dengan benar.
Gejala Infeksi Toksoplasma
Pada orang sehat, toksoplasma sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:
- Demam ringan
- Kelelahan
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Nyeri otot
Gejala ini seringkali dianggap sebagai flu ringan dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, pada orang dengan sistem imun lemah, infeksi toksoplasma bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti peradangan otak atau mata.
Baca juga: Perbedaan Telekonsultasi dan Telemedicine: Apa yang Harus Anda Ketahui?
Cara Mencegah Infeksi Toksoplasma
Mencegah infeksi toksoplasma sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu menerapkan beberapa langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari:
1. Masak Daging dengan Matang
Pastikan Anda memasak daging hingga matang sempurna untuk membunuh kista parasit. Gunakan termometer makanan untuk memastikan suhu internal daging mencapai 63°C (145°F) untuk daging sapi, 71°C (160°F) untuk daging babi, dan 74°C (165°F) untuk ayam.
2. Cuci Tangan dan Makanan dengan Bersih
Selalu cuci tangan dengan sabun setelah menangani daging mentah, kotoran kucing, atau berkebun. Pastikan juga untuk mencuci sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi.
3. Hindari Kontak dengan Kotoran Kucing
Jika Anda memiliki kucing, mintalah orang lain untuk membersihkan kotorannya, terutama jika Anda sedang hamil. Pastikan juga untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat kucing berada.
4. Gunakan Sarung Tangan Saat Berkebun
Parasit toksoplasma bisa hidup di tanah. Untuk mengurangi risiko tertular, selalu gunakan sarung tangan saat berkebun dan pastikan untuk mencuci tangan setelah selesai.
Baca juga: Mengapa Memilih Caregiver Live In? Ini 5 Alasan Utamanya
Toksoplasma memang bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama bagi ibu hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Dengan memahami penyebab toksoplasma dan cara pencegahannya, Anda dapat melindungi diri dan keluarga dari infeksi ini.
Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan makanan dan lingkungan sekitar, serta segera konsultasi dengan dokter jika Anda merasa terpapar atau mengalami gejala yang mengarah pada infeksi toksoplasma.
Nah, jika Anda merasa memerlukan penanganan lebih lanjut terkait toksoplasma, jangan ragu untuk menghubungi dokter. Dengan aplikasi CarePro, Anda bisa dengan mudah mencari dan memesan layanan dokter visit yang tepat, langsung ke rumah Anda.
Unduh aplikasi CarePro sekarang untuk mendapatkan perawatan medis yang aman dan nyaman bagi Anda serta keluarga. Klik di sini untuk mengunduh aplikasi CarePro dan pastikan Anda mendapatkan perawatan terbaik dari para profesional medis berpengalaman!
Referensi
Mayo Clinic. Toxoplasmosis. Diakses pada 3 Oktober 2024
CDC. Toxoplasmosis. Diakses pada 3 Oktober 2024