Mengenal Hernia Umbilikalis: Benjolan yang Sering Muncul di Pusar

Jese Leos

Content Writer | Carepro.co.id

Hernia umbilikalis juga dikenal sebagai hernia pusar, adalah kondisi medis di mana terjadi tonjolan atau penonjolan di daerah sekitar pusar. Umumnya, penyakit ini kerap terjadi pada bayi dan tidak membahayakan. Namun, hernia umbilikasi juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Hernia umbilikalis juga dikenal sebagai hernia pusar, adalah kondisi medis di mana terjadi tonjolan atau penonjolan di daerah sekitar pusar. Hernia ini terjadi ketika bagian dari usus atau jaringan lainnya menonjol melalui lemahnya area otot di sekitar pusar. Kondisi ini seringkali terlihat sebagai tonjolan kecil yang terlihat seperti benjolan di pusar atau bahkan lebih besar dalam beberapa kasus.

Umumnya, penyakit ini kerap terjadi pada bayi dan tidak membahayakan. Namun, hernia umbilikasi juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Penyebab dan faktor risiko Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis umumnya terjadi akibat otot perut yang tidak dapat menutup dengan sempurna. Hal ini mengakibatkan adanya lubang kecil bekas tali pusar di otot perut. Melalui lubang tersebut, sebagian usu bisa keluar dan menyebabkan munculnya benjolan di pusar. 

Beberapa faktor yang dapat memicu hernia umbilikalis diantaranya:

  • Kehamilan. Wanita hamil seringkali mengalami peningkatan tekanan di perut, yang dapat melemahkan otot-otot di sekitar pusar dan menyebabkan hernia umbilikalis.
  • Bayi dan Balita. Hernia umbilikalis juga sering terjadi pada bayi dan balita karena otot-otot di sekitar pusar mereka belum sepenuhnya berkembang.
  • Obesitas. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan di perut, yang berkontribusi pada risiko hernia ini.
  • Melakukan aktivitas fisik yang berat.Terlalu banyak mengangkat benda berat atau tekanan berlebih pada perut dapat memicu hernia.
  • Pengidap batuk kronis. Orang yang batuk secara kronis sering memiliki tekanan ekstra di perut yang dapat menyebabkan hernia.

Gejala Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis biasanya ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Tonjolan di pusar. Tonjolan ini biasanya muncul saat seseorang berdiri atau mengedan, dan bisa masuk kembali saat berbaring.
  • Nyeri atau ketidaknyamanan. Orang dengan hernia umbilikalis dapat mengalami nyeri atau ketidaknyamanan di sekitar pusar. Nyeri ini bisa memburuk ketika penderita sedang bersin, batuk, buang air besar, atau mengangkat benda berat.
  • Mual dan muntah. Kadang-kadang, hernia ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti mual dan muntah.

Pengobatan Hernia Umbilikalis

Pengobatan hernia umbilikalis tergantung pada sejauh mana hernia tersebut berkembang. Berikut adalah beberapa pengobatan hernia umbilikalis:

1. Operasi

Jika hernia umbilikalis tidak sembuh hingga usia 5 tahun, dokter akan menyarankan tindakan operasi. Hal yang sama juga disarankan pada penderita hernia umbilikalis yang telah dewasa. Operasi dilakukan untuk memperbaiki lubang pada otot perut dan mengembalikan bagian usus yang menonjol ke dalam perut.

2. Truss

Truss adalah alat khusus yang digunakan untuk menahan hernia umbilikalis pada orang dewasa. Alat ini terbuat dari bahan elastis dan diletakkan di sekitar pusar untuk menahan bagian usus yang menonjol. Namun, penggunaan truss tidak dianjurkan untuk jangka panjang karena dapat menyebabkan iritasi kulit dan memperburuk kondisi hernia.

3. Perubahan gaya hidup

Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi tekanan pada perut dan mencegah hernia umbilikalis, seperti menjaga berat badan yang sehat, menghindari mengangkat beban yang berat, dan menghindari konstipasi.

Pengobatan hernia umbilikalis harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.

Cara mencegah terjadinya Hernia Umbilikalis

Dilansir dari Halodoc, belum diketahui secara pasti bagaimana cara terbaik untuk mencegah hernia umbiliikalis, terlebih jika kondisi ini terjadi pada bayi yang baru lahir. Namun, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi risiko hernia umbilikalis semakin besar, diantaranya:

  • Menjaga berat badan yang sehat. Kegemukan dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia umbilikalis pada orang dewasa. Oleh karena itu, menjaga berat badan yang sehat dapat membantu mencegah terjadinya hernia umbilikalis.
  • Hindari cedera pada perut. Cedera pada perut dapat memperbesar risiko terjadinya hernia umbilikalis. Oleh karena itu, hindari cedera pada perut dengan menghindari olahraga yang berisiko atau menggunakan alat pelindung saat berolahraga.
  • Hindari konstipasi. Konstipasi dapat meningkatkan tekanan pada perut dan memperbesar risiko terjadinya hernia umbilikalis. Oleh karena itu, hindari konstipasi dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat dan minum cukup air.

Pernyataan seputar Hernia Umbilikalis

1. Bagaimana cara mendiagnosis hernia umbilikalis?

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk meraba tonjolan di sekitar pusar. Kadang-kadang tes tambahan seperti ultrasonografi atau CT scan bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis.

2. Apa yang bisa terjadi jika hernia umbilikalis tidak diobati?

Hernia umbilikalis yang tidak diobati bisa menyebabkan komplikasi serius seperti strangulasi, di mana aliran darah ke bagian yang menonjol terhenti, menyebabkan kerusakan jaringan.

3. Apakah hernia umbilikalis bisa sembuh tanpa operasi?

Hernia umbilikalis tidak akan sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan. Pembedahan adalah cara paling umum untuk memperbaiki hernia umbilikalis.

4. Apa saja opsi perawatan untuk hernia umbilikalis?

Perawatan biasanya melibatkan pembedahan untuk memperbaiki dinding perut yang lemah. Namun, dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, dokter mungkin merekomendasikan manajemen non-bedah terlebih dahulu.

Penting untuk mengenali gejala hernia umbilikalis dan mendapatkan perawatan medis yang tepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Apabila Anda memiliki beberapa keluhan yang menyerupai gejala hernia umbilikalis, segera periksalah ke dokter agar penyebab penyakit dapat dideteksi lebih dini dan pengobatan bisa lebih efektif.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang penyakit hernia umbilikalis, Anda dapat menghubungi layanan CarePro di (021) 2960 1420 atau lewat aplikasi kami yang bisa Anda download secara gratis di play store. Dapatkan layanan telekonsultasi dokter atau kunjungan dokter ke rumah dari CarePro. Tim medis kami siap membantu keluhan Anda!

Baca juga:

Waspada 7 Komplikasi yang Disebabkan Penyakit Varises, Bisa Fatal!

Kenali Manfaat Telekonsultasi: Layanan Konsultasi Kesehatan Online di Era Digital

Home Visit Dokter: Pengertian, Manfaat, Cara Menggunakan, dan Biaya


REFERENSI

Mayo Clinic (2022). Diseases & Conditions. Umbilical Hernia. Diakses pada 22 Oktober 2023.

Mount Sinai (2023). Health Library. Umbilical Hernia. Diakses pada 22 Oktober 2023.

Verywell Family (2022). What is an Umbilical Hernia?. Diakses pada 22 Oktober 2023.

Halodoc (2022). Hernia Umbilikalis. Diakses pada 22 Oktober 2023.

Logo Carepro ID

Carepro merupakan perusahaan teknologi yang bergerak dibidang kesehatan yang membantu banyak pengguna jasa untuk mendapatkan fasilitas kesehatan di rumah dengan mudah, nyaman dan juga cepat.

© Copyright 2024 PT Insan Teknologi Persada

Contact Info

  • contact@carepro.co.id